EFEKTIVITAS REPLIKASI INOVASI PELAYANAN PUBLIK PADA PEMERINTAH DAERAH DI INDONESIA

Dublin Core

Judul

EFEKTIVITAS REPLIKASI INOVASI PELAYANAN PUBLIK PADA PEMERINTAH DAERAH DI INDONESIA

Perihal

Inovasi Pelayanan Publik

Deskripsi

Tantangan terberat peningkatan kualitas pelayanan publik bukan hanya menciptakan inovasi baru, tetapi kemampuan instansi pemerintah mereplikasi inovasi yang telah menjadi best practices agar lebih efisien dan efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan efektivitas replikasi inovasi pelayanan publik pada pemerintah daerah di Indonesia.

Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif, dengan unit analisis adalah replikasi inovasi yang dilakukan dan diunggulkan oleh pemerintah kota Denpasar, Ambon, Gorontalo, dan Tarakan. Teknik pengumpulan data melalui
wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Data dianalisis secara kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pemerintah Kota Denpasar, Pemerintah Kota Ambon, dan Pemerintah Kota Gorontalo telah efektif dalam melakukan identifikasi solusi yang tepat. Sedangkan Pemerintah Kota Tarakan masih kurang efektif karena walaupun telah memiliki kepemimpinan yang efektif, keikutsertaan tim yang baik, dan menetapkan target yang dapat dicapai, tetapi belum menetapkan mekanisme pegawasan untuk mengukur perubahan terhadap tolok ukur yang telah ditetapkan dan belum menetapkan sustem reward;
(2) Empat pemerintah kota yang menjadi lokus penelitian replikasi inovasi belum sepenuhnya efektif mengetahui keseluruhan proses replikasi inovasi karena tidaklah bersifat prospektif melainkan bersifat retrospektif yakni mengatasi
keterpurukan; (3) Pemerintah Kota Denpasar akan lebih efektif dalam mencapai keberhasilan karena telah memenuhi seluruh indikator yang dibutuhkan dari pengetahuan terhadap faktor pendukung replikasi inovasi. Sedangkan, Pemerintah Kota Ambon, Gorontalo, dan Tarakan belum sepenuhnya efektif.
Selain itu, Pemerintah Kota Denpasar dan Tarakan akan lebih efektif dalam meminimalisir resiko dengan mengetahui sepenuhnya faktor penghambat replikasi inovasi. Sedangkan Pemerintah Kota Ambon dan Tarakan kurang efektif
dalam meminimalisir resiko karena hanya memenuhi 6 indikator; (4) Seluruh pemerintah daerah yang menjadi lokus penelitian telah secara efektif mampu menciptakan lingkungan yang mengaktifkan replikasi, dengan memenuhi
seluruh indikator, yakni 5 indikator; (5) Seluruh Pemerintah Daerah yang menjadi lokus penelitian telah memiliki kemampuan efektif dalam Mentransfer Best Practice/Inovasi pelayanan publik, dengan memenuhi seluruh indikator;
(6) Pemerintah Kota Denpasar dan Gorontalo telah efektif melakukan adaptasi inovasi pelayanan publik. Sedangkan Pemerintah Kota Ambon belum efektif dalam melakukan adaptasi inovasi karena belum memenuhi indikator membentuk tim untuk mereplikasi inovasi dan belum sepenuhnya memenuhi indikator mengukur
dan melaporkan kemajuan dalam proses implementasi untuk menilai keberlanjutan. Adapun Pemerintah Kota Tarakan belum memenuhi indikator membentuk tim untuk mereplikasi inovasi sehingga belum sepenuhnya efektif melakukan adaptasi inovasi pelayanan publik; (7) Pemerintah Kota Denpasar dan
Gorontalo menggunakan pendekatan dan metode mereplikasi inovasi/best practices secara efektif. Sedangkan, Pemerintah Kota Ambon dan Tarakan belum sepenuhnya efektif.

Pembuat

Dr. Halim S.H., M.H.

Prof. Dr. Amir Imbaruddin MDA, Ph.D
Prof. Dr. Ismail Sais. S.H., M.Hum.
Dr. Najmi Kamariah S.E., M.Si.
Dr. Muh. Syarif Achmad S.Sos., M.Pd.
Dra. Gina Lucita MBA.
Erni Cahyani Ibrahim S.E., Ak., M.M
Sekretariat : Bachtiar Rezkiawan Narwis, S.E.
Otten Marsun, S.IP

Penerbit

STIA LAN Makassar

Tanggal

2017

Hak cipta

STIA LAN Makassar